Alfred Nobel, Dynamite and Peace
Friday, November 23, 2012 | Unknown
Salah satu tokoh ilmuwan yang
sangat menarik untuk dibicarakan adalah seorang Alfred Nobel. Anda mungkin
sering mendengar nama “Nobel”. Seperti yang bisa Anda baca di Wikipedia, dia
adalah seorang kimiawan, insinyur, dan pebisnis asal Swedia yang menemukan dinamit. Pada saat meninggal, dalam
surat wasiatnya, dia mewakafkan hartanya untuk membuat Penghargaan Nobel, yang masih
digelar hingga saat ini.
Sebelum berbicara tentang Alfred
Nobel lebih jauh, kita akan baca sedikit latar belakangnya, penghargaan Nobel dan ulasan singkat tentang Nobel, dynamite and peace
Alfred lahir pada tanggal 21 Oktober 1833 di Stockholm, Swedia. Ayahnya bernama Immanuel Nobel dan ibunya bernama Andriette Ahlsell
Nobel. Ayah Alfred ialah seorang insinyur dan penemu; ia membangun jembatan, bangunan, dan
mengadakan percobaan dengan bermacam cara dalam peledakan batu. Pada saat
memasuki usia remaja, Alfred sangat tertarik di bidang bahasa, kimia,
dan fisika. Ayahnya menginginkannya mengikuti jejaknya dan tak
menghargai bakat Alfred dalam puisi. Ia memutuskan mengirim putranya ke luar
negeri untuk belajar dan menjadi insinyur kimia.
Di Paris, Alfred bekerja di laboratorium pribadi Profesor TJ Pelouze, kimiawan terkenal. Di sana ia bertemu kimiawan Italia, Ascanio Sobrero. Setelah tiga tahun pertama, Sobrero telah menemukan nitrogliserin, cairan berdaya ledak tinggi, yang dianggap terlalu berbahaya untuk digunakan.
Alfred menjadi sangat tertarik pada nitrogliserin dan penggunaannya
dalam pembangunan kerja. Saat ia kembali ke Rusia setelah studinya, ia bekerja
bersama ayahnya untuk mengembangkan nitrogliserin sebagai bahan peledak yang
berguna secara komersial dan teknis.
Setelah kembalinya keluarga Nobel ke Swedia 1863, Alfred memusatkan diri mengembangkan nitrogliserin
sebagai bahan peledak. Sayangnya, percobaan ini menyebabkan bencana yang
membunuh beberapa orang termasuk adiknya, Emil. Pemerintah Swedia memutuskan melarang percobaan ini
dalam batas kota Stockholm. Alfred tak berhenti dan melanjutkan percobaannya di
tongkang di atas Danau Mälaren. Pada tahun 1864, ia bisa memulai pembuatan massal nitrogliserin, tapi
ia tak menghentikan percobaan dengan bermacam bahan tambahan untuk mengamankan
produksi.
Alfred menemukan--melalui percobaannya--bahwa campuran
nitrogliserin dengan tanah halus Kieselguhr akan mengubah
cairan menjadi pasta yang bisa dibentuk ke dalam batang, yang kemudian
dimasukkan dalam lubang bor. Penemuan ini terjadi pada tahun 1866. Alfred mendapatkan hak paten atas bahan
ini pada tahun berikutnya. Ia menamainya dinamit. Ia juga menemukan detonator atau sumbat
peledak yang bisa dinyalakan dengan cahaya sumbu.
Penghargaan Nobel
Akibat dari hal ini, pada saat
Alfred Nobel meninggal, di dalam surat wasiat dan testamen terakhirnya, ia
menulis bahwa banyak dari kekayaannya bisa dipakai untuk memberi hadiah kepada
orang-orang yang telah melakukan usaha kemanusiaan di bidang fisika, kimia,
sastra, fisiologi dan obat-obatan, begitupun hadiah Nobel perdamaian yang
diperuntukkan untuk orang-orang yang berusaha menjaga perdamaian di dunia ini. Penghargaan Nobel ini dianugrahkan setiap tahun kepada mereka yang telah
melakukan penelitian yang luar biasa, menemukan teknik atau peralatan yang baru
atau telah melakukan kontribusi luar biasa ke masyarakat. Hal ini saat ini
dianggap sebagai penghargaan tertinggi bagi mereka yang mempunyai jasa besar
terhadap dunia. Hal ini
dilakukan karena ia terkejut melihat hasil penemuannya justru dimanfaatkan
untuk tujuan-tujuan yang merusak, dan dia menginginkan agar penghargaan Nobel
diberikan kepada mereka yang berjasa besar terhadap kemanusiaan. Bahkan masih
sampai saat ini penghargaan Nobel masih dianugrahkan setiap tahunnya pada tanggal 10 Desember, yaitu tanggal Alfred Nobel wafat.
Alfred Nobel, dynamite and peace

Tetapi yang biasa kita
lihat pada saat ini, dinamit atau bom, ataupun bahan-bahan peledak lainnnya
seperti menjadi sesuatu yang lazim pada saat peperangan, ataupun untuk
menterror. Sungguh tragis, mengingat bagaimana Pak. Alfred Nobel sudah berusaha
memberikan sinyal jika
penggunaan
dinamit jelas-jelas bukan digunakan untuk melukai orang. Bahkan beliau
memotivasi kita untuk berprestasi di bidang kita masing-masing untuk melakukan
sesuatu yang lebih bagi sekitar kita dan yang lebih penting adalah usaha untuk
menjaga perdamaian dunia. Hemm,
mungkin “orang-orang” itu (yang menyalahgunakan dinamit) perlu baca tentang
biografi Alfred Nobel kali yaa?
oke,
thanks for reading kawan, dan semoga bermanfaat :) ^^V
"My dynamite will sooner lead to peace than a thousand world conventions. As soon as men will find that in one instant, whole armies can be utterly destroyed, they surely will abide by golden peace."
---Alfred Nobel---
Tags: Scientist | 0 comments
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
0 comments:
Post a Comment